
SorotBabelNews.com, Belitung – Genangan air limbah yang mengeluarkan bau tidak sedap kembali meluap dari saluran drainase di kawasan Pasar Hatta, tepatnya di sisi Jalan Gajah Mada, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu 29 Juli 2026.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengendara yang setiap hari melintasi kawasan pusat perdagangan tersebut.
Selain mengeluarkan aroma menyengat, luapan air limbah juga mengurangi kebersihan lingkungan dan menimbulkan kesan kumuh di salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kabupaten Belitung.
Saat cuaca panas, bau yang diduga berasal dari limbah pasar semakin menyebar hingga ke area sekitar Jalan Gajah Mada, sehingga mengganggu aktivitas warga maupun para pedagang.
Menanggapi kondisi tersebut, Saripudin dari CV Teratai selaku pelaksana pekerjaan pemeliharaan saluran drainase di lokasi, menjelaskan penyebab utama genangan diduga berasal dari saluran yang tersumbat.
“Salurannya tersumbat. Seharusnya sudah kami bersihkan, tetapi kemungkinan ada sampah atau material yang kembali masuk sehingga menghambat aliran air,” ujar Saripudin kepada awak media saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, penyumbatan tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga maupun limbah pasar, tetapi juga kemungkinan material bekas coran lama yang terlepas dan masuk ke dalam saluran.
Ia menegaskan, persoalan tersebut lebih membutuhkan pembersihan saluran secara menyeluruh daripada perbaikan konstruksi.
“Yang paling penting sekarang dibersihkan dulu supaya air bisa mengalir dan tidak menimbulkan genangan maupun bau,” katanya.
Saripudin menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan saluran drainase tersebut merupakan tanggung jawab CV Teratai berdasarkan penugasan sepanjang tahun 2026. Pembersihan dilakukan secara rutin sejak April dan dijadwalkan berlangsung hingga November atau Desember mendatang.
Ia menambahkan, pihaknya turun ke lokasi setelah menerima informasi dan arahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang / PUPR Kabupaten Belitung.
“Kami mendapat informasi dari PUPR untuk meninjau dan memperhatikan kondisi di lokasi. Karena itu kami langsung turun untuk melihat dan melakukan penanganan,” jelasnya.
Sebelumnya, keluhan serupa disampaikan warga Jalan Gajah Mada, Desi, kepada media pada Selasa 21 Juli 2026 sekitar pukul 12.53 WIB.
Menurut Desi, air dari saluran pembuangan kembali meluap pada siang hari disertai bau yang sangat menyengat sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
“Baunya sangat menyengat, amis seperti limbah ikan. Kami berharap pemerintah daerah melalui OPD terkait segera turun langsung meninjau kondisi got di pusat Pasar Hatta ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, luapan air dari saluran drainase bahkan sempat menggenangi sebagian badan Jalan Gajah Mada sehingga membuat sejumlah pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan, pencemaran lingkungan, serta mencoreng citra kawasan pusat perdagangan apabila tidak segera ditangani.
“Jangan sampai terus dibiarkan. Bau amisnya sangat mengganggu, terutama saat siang hari,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya melakukan pembersihan saluran sebagai solusi sementara, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan Pasar Hatta.
Langkah tersebut dinilai penting agar saluran mampu menampung aliran air maupun limbah secara optimal sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain perawatan rutin, warga juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi jaringan drainase untuk memastikan tidak terdapat penyumbatan, sedimentasi, maupun kerusakan konstruksi yang menghambat aliran air.
Dengan penanganan yang cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan, warga berharap kawasan Pasar Hatta dapat kembali bersih, nyaman, sehat, serta terbebas dari genangan air limbah dan bau tidak sedap yang selama ini menjadi keluhan.*AS



