Beranda / EKONOMI / Percikan Api Harapan: Kisah Minan, Putra Belitung yang Garap 3 Proyek KDMP Prabowo

Percikan Api Harapan: Kisah Minan, Putra Belitung yang Garap 3 Proyek KDMP Prabowo

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: featured_img_7524657251267927597.jpg

Tanjungpandan, SorotBabel-News.com – Percikan api las terus menyala di sebuah bengkel sederhana di pinggir Jalan Sijuk, Desa Aik Merbau, Tanjungpandan. Siapa sangka, dari tempat inilah seorang putra daerah Belitung membuktikan bahwa keterampilan dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan.

Namanya Minan, pemilik Air Rembing Las. Tanpa bekal pendidikan formal di bidang pengelasan, ia kini dipercaya mengerjakan proyek pembangunan tiga Koperasi Desa Merah Putih / KDMP, program pemerintah yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Saya belajar semua secara otodidak. Alhamdulillah sekarang dipercaya memegang pekerjaan di tiga KDMP,” kata Minan saat ditemui awak media di bengkelnya, Kamis 30 Juli 2026 malam.
 
Perjalanan itu bukanlah kisah instan. Selama hampir delapan tahun, Minan membangun usahanya dari nol. Bermodalkan kemauan belajar, pengalaman lapangan, dan keberanian mengambil tantangan, ia perlahan mengembangkan Air Rembing Las hingga dipercaya menangani berbagai pekerjaan konstruksi.

Kini, usahanya melayani pembuatan dan pemasangan kanopi, pagar besi, pintu besi, teralis, railing tangga, rangka atap, tangga putar, hingga berbagai pekerjaan konstruksi logam untuk rumah, ruko, gudang, maupun bangunan lainnya.

Air Rembing Las juga menerima jasa perbaikan pagar, gerbang, kanopi, pengelasan pipa, tangki logam, serta berbagai pekerjaan las sesuai desain dan kebutuhan pelanggan.

Bagi Minan, kepercayaan menangani proyek bukan sekadar soal nilai kontrak. Ada kebanggaan sebagai putra daerah yang ingin membuktikan bahwa masyarakat Belitung mampu bersaing.

“Orang Belitung jangan jadi penonton. Kita harus nomor satu. Orang lain bisa, kenapa kita tidak?” ujarnya penuh semangat.

Menurutnya, profesi tukang las bukan hanya soal menyambung besi menjadi bangunan, tetapi juga menyatukan mimpi menjadi kenyataan. Kecintaan terhadap pekerjaan itulah yang membuatnya terus bertahan dan berkembang.

“Saya menjalani pekerjaan ini dengan hati. Lama-lama tumbuh rasa cinta terhadap profesi ini,” katanya.

Di tengah pesatnya pembangunan, kisah Minan menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari bangku pendidikan formal. Dengan ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, sebuah bengkel sederhana di sudut Belitung pun mampu menjadi bagian dari pembangunan nasional.

Bagi Minan, setiap percikan api las bukan sekadar cahaya yang membakar besi, melainkan simbol harapan bahwa putra daerah Belitung mampu berdiri di barisan terdepan, berkarya untuk daerahnya sendiri, dan ikut membangun Indonesia.*Koko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *